
Manfaatkan Cedera Kiper Utama, Emil Audero Siap Unjuk Gigi di LaLiga Bersama Rayo Vallecano
MADRID — Media ternama Spanyol, Marca, akhirnya membongkar alasan utama di balik langkah cepat Rayo Vallecano memboyong kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi. Pemain berusia 29 tahun tersebut resmi didatangkan dengan status pinjaman dari klub Serie A, Como 1907, guna menambal krisis mendadak di sektor penjaga gawang Los Franjirrojos.
Kepindahan ini mencatatkan sejarah baru, menjadikan Emil Audero sebagai satu-satunya penggawa Timnas Indonesia yang merumput di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Spanyol, LaLiga.
Baca juga
Langkah darurat yang diambil manajemen Rayo Vallecano dipicu oleh cedera parah yang dialami kiper utama mereka asal Argentina, Augusto Batalla. Karena Batalla harus menepi dalam durasi yang cukup panjang, klub bergerak cepat sebelum bursa transfer ditutup untuk mencari sosok penjaga gawang berpengalaman dengan jam terbang tinggi di Eropa.
"Dipilih sebagai pengganti kiper asal Argentina, Augusto Batalla, yang cedera pada putaran kedua kejuaraan liga," tulis Marca dalam laporan resminya, mengonfirmasi bahwa perekrutan Emil adalah solusi langsung atas krisis di lini belakang tim.
Bagi Emil Audero, kepindahan ke Spanyol menjadi angin segar untuk menyelamatkan kariernya. Posisinya di Como sempat terancam dan minim menit bermain menyusul kedatangan Robert Sanchez dari Chelsea. Meski awalnya diproyeksikan sebagai opsi darurat, Marca menilai alumni akademi Juventus berpostur 192 cm ini memiliki peluang sangat besar untuk merebut posisi kiper utama dari tangan Dani Cardenas jika mampu tampil impresif.
"Audero akan bersaing memperebutkan posisi starter dengan Dani Cardenas dan akan berusaha mendapatkan waktu bermain yang tidak ia dapatkan di Como 1907," tambah laporan Marca.
Bergabungnya Emil ke Rayo Vallecano menandai babak baru dalam karier sepak bolanya, sekaligus menjadi pengalaman perdana bermain di luar Italia. Sebelumnya, kiper kelahiran Mataram tersebut telah mengecap pengalaman panjang di panggung Italia bersama jajaran klub mentereng seperti Juventus, Sampdoria, Inter Milan, Venezia, Como, serta masa peminjaman di Palermo dan Cremonese.
Pengalaman kaya di kompetisi Serie A diharapkan mempercepat proses adaptasi Emil dengan atmosfer sepak bola Spanyol. Kehadirannya di LaLiga kini menjadi sorotan besar, sekaligus membanggakan publik sepak bola Tanah Air yang menantikan aksi debut sang kiper di salah satu liga terbaik dunia.
Ditulis oleh
Moch Akbar F